DAGING
KERBAU BELUM CUKUP TANGGUH LAWAN DAGING SAPI
Dewasa ini, daging sapi sudah
menjadi makanan pokok bagi beberapa kalangan masyarakat. Akibatnya, permintaan
akan daging sapi meningkat dari tahun ke tahun yang juga berpengaruh terhadap
harga daging sapi itu sendiri. Tentunya hal tersebut tidak diinginkan oleh
mayoritas masyarakat.
Pada
hari – hari biasa harga daging sapi berada dikisaran 90 – 100ribu/kg namun
harga daging sapi meningkat . Menjelang hari-hari besar keagamaan seperti bulan
ramadhan dan hari raya idul fitri, harga daging sapi mampu mengalami
peningkatan sekitar 10 – 20 % tiap tahunnya.
Pada tahun 2016, Pemerintah Indonesia
membuat kebijakan dengan mengimpor daging kerbau dari India untuk opsi lain
kepada masyarakat sebagai pengganti daging sapi. Harapannya tentu masyarakat
tidak terlalu tergantung pada daging sapi dan mampu menekan harga daging sapi
yang terus melonjak.
Menurut Ketua IKAPPI (Ikatan
Pedagang Pasar Indonesia) Abdullah Mansyuri, bahwa mengimpor daging kerbau
tidak bisa serta merta dapat menurunkan daging sapi begitu saja. Diperlukan
proses panjang untuk membuat hal itu terjadi.
“Permintaan masyarakat terhadap
daging kerbau jauh dari daging sapi, hanya berkisar kurang dari 10 %”.
Tambahnya.
Maka dari itu, diperlukan sosialisasi
dari pemerintah untuk mengubah pandangan masyarakat tehadap daging kerbau.
Langkah lain yang bisa diambil pemerintah adalah dengan memberdayakan peternak
sapi dalam negeri sehingga daging dalam negeri dapat bersaing dengan daging
impor.
Referensi :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/25/162952826/daging.kerbau.belum.efektif.turunkan.harga.daging.sapi Di
akses pada tanggal 10 Juni 2017 pukul 20.37 WIB.
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3514294/harga-daging-kerbau-india-rp-100000kg-ini-curhat-pedagang-pasar Di
akses pada tanggal 10 Juni 2017 pukul 21.05 WIB.
http://bisnis.liputan6.com/read/2884385/harga-daging-sapi-di-palangkaraya-mulai-merangkak-naik Di
akses pada tanggal 10 juni pukul 21.28 WIB


Komentar
Posting Komentar